Breaking News

Penjelasan Matan Bayquniyah ( muqodimah ) – Bag 1

Tentang Penulis Mandzumah Albayquniyah :

Penulis kitab : beliau di kenal dgn nama thoha bin muhamad bin fatuh albayquni addimasqi asyafiiy. Diperselisihkan namanya ada yg mengatakan Thoha ada yg mengatakan Amr. Alustadz kaahal mengatakan beliau menyatakan bahwa namanya adalah thoha. Akan tetapi alustadz zarkani meragukan namanya antara thoha atau Amr . Bisa di lihat di ‘mu’jamul mualifin (5/44) atau ali’lam (5/64) atau kitab ata’liqot alasyariyah (hal 17) . Beliau wafat 1080 hijriyah atau 1779 masehi.

Mengenal Mandzumah Albayquniyah :

Sebelum masuk pada penjelasan matan baiknya kita harus tahu kitab ini yakni albayquniyah menjelaskan tentang apa sih ?:

Kitab ini adalah kitab tentang ilmu mustolah hadist. Di dalamnya di jelaskan tentang istilah2 dlm ilmu hadist. Seperti hadist shohih. Hadist hasan . Hadist dhoif. Hadist mursal dll.

  • Lalu apa sih ilmu hadist ? Ilmu hadist ada dua macam :

1. Ilmu riwayah  :

Ilmu yg mempelajari p erpindahan hadist. Dri segi penghafalan dan penjagaan hadist tersebut..

2. Ilmu diroyah  :

Atau di sebut dgn Al-Mustolah yakni Ilmu yg mempelajari qaidah2 Ilmu hadist dan  dgn qaidah tersebut kita mengetahui keadaan rowi (perowi) dan marwi (periwayatan/yg diriwayatkan) – Tadribu rowi (hal 31 dar ikhya turos)

  • Hasil apa yg bisa kita petik ketika selesai mempelajari kitab ini.? Minimal2 mungkin kita faham akan istilah2 hadist ketika para ulama menyebutkan dalam durus2 mereka ataupun kitab2 mereka.
  • Apakah kitab ini cocok untuk pemula dalam mempelajari kitab mustolah hadist. ? ya kitab ini sangat cocok untu pemula. banyak madrasah2 yg ketika mau  (mandzumah bayquniyah)

 

Penulis Berkata :

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Penulis rahimahullah memulai mandzumahnya dgn bismillah (بسم الله الرحمن الرحيم) . Sebagaimana kebiasaan para ulama2 yg lain ketika memulai risalah2 mereka dgn bismillah.

Dan menjadi pertanyaan knp? Yakni knp mereka para ulama memulai risalah2 mereka dgn bismillah. Sebagai berikut :

1.Mengikuti kitab allah (القران). : Seandainya kita buka alquran di awal surat yakni alfatihah (الفاتحة)sampai dgn akhir surat annas (الناس) kita akan melihat surat2 itu di mulai dgn bismillah (البسملة) kecuali satu surat yakni surat albaroah atau di sebut juga surat attaubah. Dan ini juga selaras dgn hadist rasulallah shalallah alaihi wa salam dari sahabat jabir radiyallahu anhu beliau bersabda :

ابدؤوا بما بدأ الله به

Artinya : mulailah dgn apa yg allah mulai
Dalam riwayat yg lain . Dlm bentuk khobar dgn fiil mudhori (نبدأ) .

2. Mengikuti para nabi .

  • Nabi sulaiman ketika mengirim risalah ke ratu bilqis melalui perantara burung hudhud sebagaimana firman allah :

 إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  – النمل: ٣٠

Artinya : Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  • Rasulallah mengirim risalah ke penguasa rum pada waktu itu memulai dgn bismillah
  • Rasullah ketika hendak menulis risalah sulhu hudaibiyah memulainya dgn bismillah

3. Bertabaruk dgn nama2 allah

Firman allah :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُون –  الاعراف :١٨٠ 

Artinya :
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan

menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

4. Mengamalkan sebuah hadist :

كُلُّ كَلَامٍ أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللهِ فَهُوَ أَبْتَرُ أَوْ قَالَ : أَقْطَعُ 

Artinya :
Setiap ucapan atau perkara yg penting (punya nilai kebaikan) tidak di mulai dgn menyebut nama allah maka akan kurang barokahnya.

Meskipun derajat hadist ini di perselisihkan oleh ulama ada yg mendoifkan ada juga yg menghasankan sprti annawawi dan ibnu hajar ada pula yg menshohihkan seperti ibnu daqiq dan ibnu mulaqin.
“namun hadist ini makna isi kandungannya di di terima dan di amalkan” (syeikh binbaz)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *